Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Dosa Dalam Doa


malam ini
mungkin akan gelap
sebab rindang gersang
enggan melepaskan senyap

gelap ini
mungkin kan berahir kelam
sebab alfa doa-doa tak lagi benar

doa-doa ini
mungkin kan menjadi dosa
sebab noda-noda sudah terlalu melekat

dalam wajah
dalam mata
dalam dada

di antara tangan
di atas sajadah
dan di mana-mana


apen MAKESE
KalaSenjaKianGelap
15 Januari 2012

Kamis, 14 September 2017

Generasi Kamar

aku tiba kembali
sebagai generasi
industri-modernisasi

hidup dalam ruang
apatis dan kamar informasi
yang sempit dipenuhi intrik


tapi entahla!
aku ingin tetap menulis
dalam sejumput sisi mistik

atau mencari isi
serupa hijib nabi-nabi

maka dengan demikian
kuucap selamat jumpa
sebab tak ada kata dan asma

 yang menghambat syair-sajak
dalam perjumpaan hidayah dan makrifat
dan mata kita telah lama mengenali wajah

hingga sifat-sifat pun sangat mengenali siapa
dimana-kenapa-bagaimana rahasia sasmita
o, hanya ia yang tertinggal di dalam perasaan

ia-lah kesan serupa kenang
dalam gerak searah nista
dan kita-pun melampaui biadab itu


apen MAKESE
KalaSenyapSunyiMengintip
15 Februari 2013

Selasa, 12 September 2017

Kembali Meniti Jalan Ini

 "Sekian Lama"


sekian lama
terlena dan lupa
ingatan mengendap
bergerak tiba-tiba...

rasa maha kerap
dalam sekejap menghafal
angka-nama-tanda-tanda...

kutemukan
kau yang dulu
yang sudi luangkan waktu
dan menghibur perasaan murung...

aku temukan
kau halaman terdahulu
setelah sekian lama tersisih
dan tercecer oleh kebisingan...

temui aku
aku akan menemanimu
selama mungkin selama kita memiliki waktu
aku sudah terlanjur jauh melupakan luangku...

hingga kau tampak
seperti pencari jalan
yang tak memiliki tuan...


semoga tak lagi
terulang lupa dan lena
padamu yang sanggup menyimpan beban...

#Bloggua

apen MAKESE
KalaAkuIngatPadamu
12 September 2017


Selasa, 04 Desember 2012

Kasih Langit


ia jatuh, luruh
ke danau murung

lebur seluruh
menjadi satu suluk

di atas tahta laut bisu
ia mengandung lumpur

tumbuh dan subur
membuka simpul-setubuh

o, bergerak-lah ia ke tepi
membagi hawa-hawa api

naik ke bukit-bukit
tetaskan percik-percik air

ia melambung jauh
tumbuh sejuk-dedaun

dan di suluk-suluk agung
ia titipkan kata bebaur

“Basuh wajah papa
Sebab ia adalah iba

ya, matahari kali ini
telah mengikat bumi

berdiri tak bergeming
dalam serbuk sepoi-angin

dan ia-pun tertawan
dalam seribu titik jeruji

tanpa sehelai kasih-pun
menutupi kulit-kulit sejati


apen MAKESE
KalaPagiMencariTitikAir
04 Desember 2012

Rabu, 14 November 2012

Untuk "Lentera Hati"-ku


senja menelusup
masuk hingga ke ulu hati
damai penuh harmonisasi

dan kunikmati senja hari
di tepi laut yang bersaksi
atas apa yang mungkin terjadi

o, alangkah manis
senyap-sunyi dalam setiap
jengkal-kembali menemui-mu

menemui kau yang terkasih
yang teramat sangat kusanjungi
dengan segenap jiwa dan hati

di setiap sisi-mu telah
kusematkan perasaan cinta
yang mengawal setiap derap-jiwa

maka bertahanlah bunga takdir-ku
sebab onak-duri tak kan pernah usai
menemui aku dan kau atas nama usia

simpan getir rasa
biar tak terungkap kata
sebab jiwa kita akan mampu bertahan

dalam aneka uji-coba
dalam sumpah serapah
atau pun dalam doa-doa

dan rasa cinta
telah melahirkan pengertian
atas apa yang kita rasakan


maka biarkan senja hari-hari
menelisik-masuk ke dalam hati
dan kita pun akan menikmati ia

sebagai pelangi yang lestari
atau sebagai pelita yang romantik
marilah! genggam jemariku tuk menemui matahati


apen MAKESE
KalaSenjaMenjadiSejarah
14 November 2012

Selasa, 13 November 2012

Basuh Hujan


o, air langit bebasuhi
kain kota kecil-ku
sejuk-dingin rambati bukit

air langit itu bebasahi
lapuk debu yang ditangguh
hilang-lepas bebasuh arus


dan selepas hujan
sejuk senja mewarna
dan laut-pun merona

awan hitam semula
gelap berupa kejahatan
beralih-peran kendalikan
mega di taman dan altar

dan langit-pun
memainkan musik angin
dengan pedang pelangi

esok-pagi para penghuni
kan sesegera mungkin
berserah diri tunaikan bisik

berzikir di atas bukit
hingga musim usaikan isi
dan berhenti seketika-terisi

dan matahari mengabdi kembali
hingga usai dan berganti
hingga habis dan kembali
atau hingga ada yang pergi dan mati

o, benang langit-bumi
yang silang-beralih kasih
di bukit-huni yang berapi

hinggap-lah seringkali
di atas kain kota sesaji
hingga anak-anak tani
tak menangis lagi pada esok-siang hari


apen MAKESE
KalaSenjaMenjadiKelambu
13 November 2012

Dunia Hunian Kita


bertahan dalam gelap
berharap di bawah fajar
berjalan di antara cobaan

dan
di antara ia

ada begitu banyak
keindahan tak tersentuh
oleh panca-indra biasa

dan
hanya ia

yang berdenyut-menyentuh
seluruh alur-rasa yang menuju
keseluruhan yang kita sebut agung

dan andai bisa
kita bersilap wajah-telanjang
seperti ketika kita berada di Surga

mungkin tak ada bicara
yang kan menimbulkan amarah
atau kesumat-dendam yang kan bertunas

tapi ya
inilah panca-indera biasa
kadang bisa kadang biadab


o, yang bisa kita lakukan
sebelum ini benar-benar tiada
hanyalah memperkuat garis pertahanan



apen MAKESE
KalaMentariMerahMembara
13 November 2013

Senin, 12 November 2012

Suara Serambi Masjid


jendela kamar-ku
tak ber-embun lagi
o, cakrawala mulai membaik

tapi sayup ku-dengar
irama lirih, ratap-tangis
di antara doa-harap pagi

suara ta'mir masjid
dengan bisik-nurani
terbata-bata-menangis

Tuhan!
agama tengah terancam
di masing-masing dada

sebab layar kaca
telah menjadi kiblat
bagi anak-anak masa

tak ada yang membantah
bahwa perubahan adalah niscaya
sulit tertahan dalam kancah kenyataan

dan seringkali anak-anak zaman
kehilangan arah dalam memilih adat
hingga orang-tua pun sulit bicara soal tindakan

mungkinkah ini soal sejarah-budaya
atau karna-sebab metodologi modern
yang salah-sasaran menempatkan ajaran

Tuhan!
bila kacamata feodal telah menuai hasrat
penuhi-lah serambi kami dengan kemerdekaan

bebas tanpa dogma
dan paksaan yang melekat
di dalam dada anak-anak zaman


apen MAKESE
KalaMatahariMenempatiPosisi
12 November 2012

Rabu, 07 November 2012

Anomali


udara pagi ini
tidak mendominasi
sengat polusi diri

alir sejuk-dingin
terasa sedikit pahit
ketika berhembus
di atas mata kaki

entah-lah!
apakah ini petanda
atau-kah nuansa biasa

o, keadaan yang sulit
ku-catat melalui pensil
atau ku-tafsir sendiri melalui akal-fikir


apen MAKESE
KalaPagiDalamAirDanApi
06 November 2012

Dosa Dalam Doa

malam ini mungkin akan gelap sebab rindang gersang enggan melepaskan senyap gelap ini mungkin kan berahir kelam sebab alfa doa-doa t...